oleh

Yuan Cina dan Dolar Australia Bergerak Turun, Sterling Terus Menguat

-Forex-4 views

bolabasket – Yuan Cina dan AUD/USD turun dari level tertinggi empat bulan yang dicapai pekan lalu pada Senin (16/12) pagi karena investor masih menelaah kesepakatan perdagangan antara AS-Cina dan sterling masih tetap menguat setelah pelaksanaan pemilihan umum penting di Inggris.

Menurut laporan yang dilansir Reuters Senin (16/12) pagi, Washington dan Beijing mengambil tindakan untuk meredakan perang dagang kedua negara minggu lalu. AS mengurangi beberapa tarif sebagai imbalan atas apa yang disebut oleh para pejabat AS akan menjadi lompatan besar dalam pembelian produk pertanian asal Amerika Serikat dan barang-barang lainnya oleh Cina.

Kesepakatan yang dicapai pada menit terakhir itu mencegah tarif tambahan untuk produk asal Cina senilai $160 miliar sehingga telah mendorong naik yuan dan dolar Australia serta juga meningkatkan nilai yen dan dolar minggu lalu sebelum terjadi aksi ambil untung.

USD/CNY luar negeri diperdagangkan di 7,0026 yuan per dolar, mundur dari tingkat tertinggi empat bulan 6,9247 per dolar yang dicapai minggu lalu.

Dolar Australia yang sensitif terhadap situasi perdagangan berada di $0,6876, turun dari level tertinggi empat bulan pada hari Jumat di $0,6930.

EUR/USD kini bernilai $1,1126 per dolar, naik 0,05% di Asia, melemah dari puncak empat bulan di $1,1200 yang dicapai pada perdagangan Asia Jumat lalu.

USD/JPY diperdagangkan pada 109,40 terhadap yen setelah naik menjadi 109,71 yen pada hari Jumat.

Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer mengatakan pada hari Minggu nilai kesepakatan jumlahnya akan hampir dua kali lipat ekspor AS ke Cina selama dua tahun ke depan. Tanggal penandatanganan resmi kesepakatan masih ditentukan, tambahnya.

Sementara sterling naik 0,2% di awal perdagangan Asia pada hari Senin menjadi $1,3353.

Pilihan Redaksi  Otoritas Vietnam Karantina 10 Ribu Orang di Son Loi

Sterling telah naik menjadi $1,3516 pada hari Jumat, level tertinggi Mei tahun lalu, setelah Perdana Menteri Inggris Boris Johnson meraih kemenangan pada pemilihan umum pekan lalu. Kemenangan itu memungkinkannya untuk mengakhiri tiga tahun kebuntuan Brexit.

Pemerintah Johnson diperkirakan akan membawa RUU Pemisahan Inggris kembali ke parlemen sebelum Natal yang memungkinkan Inggris keluar dari Uni Eropa pada 31 Januari mendatang.

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed