oleh

Teroris Berumur 21 Tahun di Tangkap di Australia

-Dunia-15 views

bolabasket.net – Pihak kepolisian Australia telah menangkap seseorang pria berumur 21 tahun di Sydney dengan tuduhan pelanggaran hukum sebanyak 3 buah pasal. Polisi menduga keras bahwa si pria, yang belum disebutkan namanya, merupakan anggota dari ISIS (ISlamic State in Iraq dan Syria) dan sedang dalam masa awal untuk mempersiapkan “aksi terorisme”.

Ia juga dituduh membuat postingan secara online konten-konten yang berisikan hal-hal yang mendukung gerakan ekstrimis, dan mencoba untuk meradikalisasi dua anak remaja.

Hal ini di ungkap beberapa hari setelah dua orang meninggal pada kasus serangan dengan pisau di London, yang di lakukan oleh seorang pria yang pernah ditahan atas tuduhan serangan terorisme.

Pihak kepolisian Australia mengungkapkan bahwa penahanan yang mereka lakukan terlaksana pada hari Rabu (4/12/2019) pagi disebuah rumah dikawasan Riverwood, dimana pria kelahiran Australia tersebut tinggal dengan kedua orang-tuanya.

Pihak berwajib menduga, ketika merencanakan serangan, pria tersebut mengunduh konten-konten tentang senjata dan taktik penggunaannya dalam serangan teror. Polisi juga mengatakan penahanan tersebut bukan tanpa dasar, dan mereka telah menyelidiki si pria hingga 6 bulan terakhir, tetapi menambahkan bahwa serangan teror yang direncanakannya tidak akan dilakukan dalam waktu dekat.

Si pria akan hadir dalam sidang pada hari Selasa minggu depan dan akan menghadapi tuntutan maksimal hingga hukuman seumur hidup jika terbukti bersalah.

Serangan Masal pada Jaringan Teroris di Sosial Media

Memang akhir-akhir ini pihak berwajib dari seluruh negara sedang gencar-gencarnya membasmi bibit radikalisme dan terorisme yang di tebar oleh Islamic State (IS). Seperti yang terjadi pada minggu lalu, badan kriminal Uni Eropa, Europol membasmi berbagai akun sosial media yang di miliki organisasi terlarang tersebut. Seperti jaringan mereka yang terdapat pada Telegram di hancurkan dan di singkirkan dari platform tersebut.

Pilihan Redaksi  Jokowi Bertemu Ahok Bicara Soal Isu Migas Dan Kilang Minyak

Pihak Telegram pun mengkonfirmasi informasi tersebut dan mengatakan bahwa ada 2.096 akun teroris dan botnya telah di singkirkan pada 22 November 2019 lalu dan 2.959 keesokan harinya.

Europol juga mengklaim bahwa mereka menargetkan jaringan distribusi konten-konten propaganda IS yang berafiliasi dengan Nashir News Agency, yang seringkali mempublikasikan tentang propaganda resmi grup tersebut. Hal serupa juga berpengaruh dengan akun-akun telegram yang berasosiasi dengan memiliki hubungan dengan akun-akun yang telah di ban, diantaranya jaringan Al-Qaeda dan beberapa figur jihadis yang aktif dalam platform tersebut.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed