oleh

Siapa Bilang Jadi Pemain Real Madrid Enak?

-Bola-24 views

bolabasket.net – Raphael Varane merasa menjadi pemain Real Madrid tak selamanya menyenangkan. Sorotan besar media dan fans membuat penggawa El Real menghadapi tekanan besar.

Madrid bisa dibilang merupakan salah satu tim terbesar di dunia. Mereka merupakan klub pemegang rekor gelar terbanyak La Liga (33 gelar) dan Liga Champions (14 gelar).

Dengan status tersebut, para pemain El Real jelas dibebani target yang tinggi setiap musimnya. Para fans juga selalu menuntut Madrid untuk memberikan raihan terbaik.

Tekanan inilah yang membuat Varane merasa menjadi pemain Madrid bukanlah hal yang mudah. Kesalahan sekecil apapun jelas menjadi hal yang tak boleh dilakukan penggawa Los Blancos.

Ia menjelaskan butuh konsentrasi yang sangat tinggi setiap kali berlaga untuk Madrid. Anak asuhan Zinedine Zidane harus benar-benar tepat dalam mengambil keputusan saat menjalankan instruksi dari pelatih asal Prancis.

“Hidup sebagai pemain Real Madrid tidak selalu enak karena media dan fans yang menganalisis performa Anda setiap hari. Menjadi pemain Real Madrid punya takaran kesalahan yang sedikit berbeda,” tutur Varane dikutip dari Marca.

“Kami harus tahu cara bertahan dengan garis pertahanan yang tinggi untuk memberi tekanan pada lawan. Ini membuat kami menghadirkan ruang sekitar 50 meter di belakang kami: itu sebabnya kami harus memiliki tingkat konsentrasi yang sangat tinggi,” jelasnya.

Barcelona Gusur Madrid Menjadi Klub dengan Pendapatan Tertinggi di Dunia

Barcelona kini menyandang status sebagai tim dengan pendapatan terbesar di dunia. Mereka berhasil menggusur posisi Real Madrid.

The Deloitte’s Football Money League merilis daftar tim dengan pendapatan terbesar di dunia saat ini. Daftar ini disusun berdasarkan laporan keuangan klub sepanjang musim 2018-2019.

Pilihan Redaksi  Gelar Pertama Liverpool Musim Ini Jadi Juara Piala Dunia Antarklub 2019

Barcelona berada di posisi teratas dengan mengumpulkan pendapat sebesar 741,1 juta pounds (13,1 triliun rupiah). Mereka memaksa Madrid turun ke urutan kedua setelah hanya meraih pendapatan 667,5 juta pounds (11,8 triliun rupiah).

Meningkatnya pendapatan Blaugrana ini tak lepas dari keberhasilan mereka merespon pasar dengan baik. Barcelona tak lagi terlalu bergantung dengan pemasukan dari hak siar televisi.

Barca adalah contoh yang jelas dari sebuah klub yang beradaptasi dengan perubahan kondisi pasar. Mereka mengurangi ketergantungan pada pendapatan lewat hak siar dan fokus untuk meningkatkan pendapat mereka dengan kontrol yang baik,” ujar Dan Jones rekanan dari Sports Business Group di Deloitte dikutip dari BBC.

Di posisi ketiga tetap diduduki oleh Manchester United. Absen di Liga Champions musim ini ternyata tak terlalu berpengaruh banyak dengan pendapatan Setan Merah. MU sukses mengumpulkan 627,1 juta pounds (11,1 triliun rupiah).

Liverpool yang berhasil menjuarai Liga Champions musim lalu hanya berada di peringkat ketujuh dalam daftar ini. The Reds meraup keuntungan sebesar 533 juta pounds (9,8 triliun rupiah).

Juventus menjadi satu-satunya tim Liga Italia yang berada di sepuluh besar. Bianconeri menempati peringkat ke-10. Kedatangan Cristiano Ronaldo punya peran besar membuat mereka meraih pendapatan 405,2 juta pounds (7,1 triliun rupiah).

Berikut ini adalah 10 besar tim dengan pendapatan terbesar versi The Deloitte’s Football Money League.

  1. Barcelona (741,1 juta pounds)
  2. Real Madrid (667,5 juta pounds)
  3. Manchester United (627,1 juta pounds)
  4. Bayern Munich (581,8 juta pounds)
  5. Paris Saint Germain (560,5 juta pounds)
  6. Manchester City (538,2 juta pounds)
  7. Liverpool (533 juta pounds)
  8. Tottenham Hotspur (459,3 juta pounds)
  9. Chelsea (452,2 juta pounds)
  10. Juventus (405,2 juta pounds)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed