oleh

Mengenal Pagpag Makanan Dari Sampah Khas Filipina

-Berita, Dunia-116 views

bolabasket.net – Kali ini kita akan membahas tentang Pagpag makanan para masyarakat miskin di Filipina yang di ambil dari tong sampah dan diolah ulang. Pagpag dalam bahasa Tagalog berarti makanan sisa, yang biasanya diambil dari restoran-restoran (mayoritas restoran cepat saji). Selain makanan sisa, Pagpag juga bisa berasal dari daging beku, ikan beku, yang telah kedaluarsa atau sayuran-sayuran yang dibuang oleh supermarket.

Arti harafiah dari Pagpag ini sebenarnya adalah “menyingkirkan debu dan kotoran” seperti mengibaskan tangan ke makanan dari kotoran atau partikel pasir maupun debu yang menempel dari makanan tersebut. Pagpag dapat langsung dimakan setelah di temukan atau dimasak dalam berbagai macam jenis masakan setelah dikumpulkan. Yang paling populer adalah dimasak ulang dengan saus cabe dan perasan jeruk limau yang menghilangkan bau dan rasa tak sedap pada makanan sisa tersebut.

Kelakuan makan makanan sisa ini dimulai dari tingkat kelaparan yang meningkat di bawah garis kemiskinan biasa di Filipina. Dan menjual Pagpag merupakan bisnis yang sangat menguntungkan di daerah yang banyak terdapat masyarakat miskin dan tidak mampu tinggal. Diantaranya di daerah kuburan, di bawah jembatan atau jalan layang, di pinggiran kali atau sungai, bahkan disela-sela jalan raya.

Pagpag juga dikenal sebagai Batchoy yang berasal dari masakan khas Filipina dengan nama yang sama. Secara teknis, Batchoy berdasarkan jenis sup, walaupun belum tentu berasal dari makanan sisa seperti Pagpag Batchoy goreng. Harga penjualannya pun beraneka ragam, dimulai dari 10 hingga 30 Peso untuk setiap porsinya, bergantung dengan besaran porsi dan jenis masakannya.

pagpag preparation

Persiapan Memasak Pagpag

Biasanya para mambabatchoy akan pergi dini hari ke tempat pembuangan sampah akhir (pagpagan), karena yang tiba lebih dahulu memiliki kesempatan yang lebih besar mendapatkan daging yang masih baik. Daging yang paling di incar adalah daging ayam sisa dari KFC dan Jollibee. Satu kantong daging sisa ini berharga 20-40 Peso dan akan di olah lebih lanjut oleh pembelinya (pemilik restoran pagpag).

Pilihan Redaksi  Gerindra Anggap Jokowi Kehabisan Gagasan Sehingga Serang Pribadi Prabowo

Selanjutnya makanan tersebut akan dicuci bersih dengan air dan ditiriskan, selanjutnya akan dipisah-pisah dari yang bentuknya utuh, besar, hingga hancur. Seperti yang dilakukan oleh Norberto Lucion yang memiliki restoran yang menjual pagpag dalam jenis masakan yang bernama Kaldereta. Pria berumur 60 tahun ini merupakan mantan asisten koki di Bulacan yang telah berjualan selama 12 tahun terakhir.

Potongan-potongan ayam utuh biasanya hanya digoreng ulang, potongan besar akan di masak sup asam asin yang disebutĀ adobo, potongan-potongan yang lebih kecil akan ia masak sebagai Kaldereta. Yang paling penting dalam memasak pagpag adalah menggunakan bumbu-bumbu yang memiliki rasa kuat seperti bawang punih, bawah merah, cabai, lada, sereh, daun bawang dan perasan jeruk limau.

pagpag

Resiko Kesehatan Mengkonsumsi Pagpag

Tentu saja makanan sisa dan makanan kedaluarsa merupakan makanan yang basi atau tidak layak lagi dimakan. Apalagi banyak pengumpul pagpag yang disebut mambabatchoy seringkali merendam daging yang mereka kumpulkan dengan pengawet mayat (formalin). Beberapa resiko yang dapat ditimbulkan adalah keracunan makanan, racun masuk kedalam tubuh dan menyebabkan kaner, dan penyakit yang berhubungan dengan makanan lainnya seperti diare, dan disentri.

 

mambabatchoy

Sebenarnya Komisi Anti Kemiskinan Nasional Filipina (NAPC) telah memberikan peringatan dan melarang konsumsi pagpag karena beresiko tinggi kekurangan gizi dan penyakit-penyakit akut seperti Hepatitis A, Typhoid, Diare, dan Kolera. Meskipun begitu, banyak penjual yang memberikan klaim bahwa belum ada yang meninggal karena mengkonsumsi makanan yang ia jual. Sepertinya, banyak orang-orang yang terbiasa mengkonsumsinya memiliki anti bodi yang lebih tinggi didalam sistem imunnya, walaupun sudah ada beberapa kasus anak-anak menjadi sakit karena mengkonsumsinya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed