oleh

Mantan Pemain Peringkat 1 Tekad Lolos ke Olimpiade Tokyo 2020

bolabasket.net – Tekad Kidambi Srikanth Lolos Ke Olimpiade Tokyo 2020

Dengan tiga bulan tersisa untuk akhir periode kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020, pebulu tangkis asal India, Kidambi Srikanth, terus berpacu dengan waktu merealisasikan tujuan akhirnya.

Setelah berkutat dengan cedera dan penampilan buruk, mantan pemain peringkat 1 dunia itu harus turun ke posisi ke-26 dalam peringkat BWF Race to Tokyo, dengan Sai Praneeth B (peringkat 11), Sourabh Verma (peringkat 21) dan Parupalli Kashyap (peringkat 22) berhasil membalapnya.

Sesuai aturan sistem kualifikasi BWF, suatu negara dapat mengirim maksimal dua pemain di setiap sektor tunggal, jika keduanya berada di peringkat 16 besar hingga kualifikasi Olimpiade berakhir per 28 April 2020.

Terancam gagal lolos ke Olimpiade pertama kalinya membuatnya pemain berusia 26 tahun itu khawatir, namun mengaku bahwa dirinya harus fokus kepada empat turnamen sisa sebelum periode kualifikasi berakhir.

Jika saya benar-benar bisa kembali ke bentuk permainan semula, maka peringkat itu tidak akan terlalu penting. Ada empat turnamen Super Series, kejuaraan Beregu Asia, dan kejuaraan individual sebelum periode kualifikasi berakhir. Saya melihat rekan-rekan saya bermain dengan sangat baik. Hal pertama yang saya pikirkan adalah lolos ke Olimpiade,” kata mantan juara Indonesia Open itu, dikutip dari Sportstar

“Itu sesuatu yang datang sekali dalam empat tahun. Sejak 2016, saya menjadi pemain dengan peringkat tertinggi dan tiba-tiba karena cedera yang saya alami, saya turun peringkat. Akan ada sedikit kekhawatiran pasti. Jika itu terjadi pada tahun 2018 atau 2019, maka saya tidak akan terlalu khawatir. Karena saya akan memiliki periode 12 bulan untuk kembali. Sekarang saya hanya memiliki tiga bulan untuk kembali,” katanya.

Pilihan Redaksi  Usai Pertandingan Indonesia Masters 2020 Fajar / Rian Jaga Mental

Srikanth telah mengawali tahun 2020 dengan sulit setelah tersingkir di babak pertama di Malaysia, Indonesia dan Thailand Masters. Cedera lutut yang dideritanya pada Mei lalu terbukti menjadi sebuah kemunduran besar.

“Saya benar-benar cedera pada waktu yang salah, ketika periode kualifikasi Olimpiade baru saja dimulai. Cedera itu tidak membuat saya bermain seperti yang saya inginkan. Saya berjuang untuk melaju di setiap turnamen,” jelas Srikanth. “Setelah satu titik, jika Anda tidak benar-benar bisa bermain selama lima-enam bulan, itu benar-benar ada di pikiran Anda.”

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed