oleh

Jejak Yenny Wahid: Dukung Jokowi di Pilpres hingga Jadi Komisaris Garuda

-Berita-156 views

bolabasket ,Jakarta – Putri kedua Mantan Presiden RI Ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid ditunjuk sebagai Komisaris Independen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Sebelum terpilih menjadi komisaris, Yenny pernah menjadi pendukung paslon Jokowi-Ma’ruf dalam Pilpres 2019.

Sebagaimana diketahui, hari ini Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk telah memutuskan untuk menunjuk Yenny Wahid sebagai Komisaris Independen Garuda. Selain Yenny, ada nama mantan Ketua Bekraf Triawan Munaf yang menjadi Komisaris Utama. Sedangkan yang menjadi Direktur Utama perusahaan adalah Irfan Setiaputra.

Dikutip dari buku ‘Dialog Peradaban untuk Toleransi dan Perdamaian’ karya KH Diasaku Ikeda, wanita bernama lengkap Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid ini lahir pada 29 Oktober 1974 di Jombang. Dia mengenyam pendidikan S1 di jurusan Komunikasi Visual Universitas Trisakti dan menyabet gelar master Administrasi Publik dari Kennedy School of Government, Universitas Harvard, Amerika Serikat (AS).

Ia pun sempat bekerja menjadi asisten koresponden untuk The Sidney Morning Herald dan The Age Melbourne biro Jakarta pada tahun 1997. Dia juga merupakan pendiri situs resmi gusdur.net yang memuat segala informasi tentang Gus Dur. Yenny juga pernah menjadi direktur The Wahid Institute, lembaga thinktank yang berfokus di isu toleransi.

Yenny pun aktif berpolitik di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang didirikan oleh ayahnya. Dia pernah menjabat sebagai Sekjen DPP PKB. Dia juga pernah menjadi staf khusus Presiden Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk bidang komunikasi politik pada tahun 2006.

Namun pada tahun 2008, PKB diterpa masalah yang memicu keretakan. Yenny dilengserkan dari kursi Sekjen oleh Ketum PKB saat itu, Muhaimin Iskandar. Yenny Wahid pun sempat menggugat Menkum HAM karena pelengserannya itu yang ia nilai menyalahi AD/ART partai. Usai permasalahan ini, Yenny lebih banyak aktif dalam memperjuangkan isu-isu toleransi dan demokrasi.

Pilihan Redaksi  Jokowi: Belum Ada Indikasi Virus Corona Menyebar di Indonesia

Tahun 2017, Yenny termasuk yang sepakat bahwa Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak melakukan penistaan agama terkait ucapan di Kepulauan Seribu. Yenny bersama sejumlah alumni Universitas Harvard meneken petisi ‘Ahok Tidak Menista Agama’.

Kemudian dalam Pilpres 2019, Yenny sempat mendapat godaan-godaan untuk menentukan dukungannya. Bahkan, pada September 2018, Prabowo Subianto pernah berkunjung ke kediaman Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan. Ketika itu, Yenny sempat ditawari untuk bergabung untuk mendukung Prabowo yang ketika itu maju sebagai capres penantang Jokowi. Namanya pun masuk dalam draft Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Pada akhirnya Yenny tetap tak masuk ke dalam timses Prabowo. Yenny bersama keluarga Gus Dur justru mendeklarasikan dukungannya untuk pasangan Jokowi-Ma’ruf pada 26 September 2018. Meskipun begitu, Yenny tak masuk dalam timses. “Saya nggak masuk. Saya bantu di luar saja,” kata Yenny saat menghadiri acara Dialog Peradaban Lintas Agama di Hotel Arya Duta, Jakarta Pusat, Sabtu (13/10/2018).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed