oleh

Italia Melarang Anak Yang Belum di Vaksin Untuk Sekolah

-Berita, Kesehatan-1.928 views

Anak-anak di Italia telah diberitahukan untuk tidak mendaftar ke sekolah jika mereka tidak punya bukti bahwa mereka sudah di vaksinasi.

Deadline telah diinfokan saat Rapat Paripurna Italia membahas Undang-Undang Vaksinasi Nasional Italia selesai. Dikarenakan deadline jatuh pada hari Minggu, diperpanjang hingga hari Senin Tanggal 11 Maret.

Para orang tua beresiko terkena denda hingga 500 Euro atau setara 8 Juta Rupiah jika mereka mengirimkan anak yang belum di vaksinasi ke sekolah. Anak dibawah 6 tahun akan langsung di tolak.

Undang-undang baru datang dikarenakan banyak kasus penyakit measles. Tetapi pemerintah Italia berkata bahwa sudah terjadi peningkatan atas vaksinasi sejak diperkenalkan.

Di bawah Hukum Lorenzin – yang dinamakan atas Mentri Kesehatan yang memperkenalkannya – anak-anak harus menerima serangkaian imunisasi wajib sebelum mendaftar disekolah. Serangkaian vaksinasi itu mencakup polio, cacarair, campak, gondong, dan rubella.

Anak-anak berumur hingga 6 tahun akan di jadikan pengecualian dari taman kanak-kanak dan kamar bayi tanpa bukti hasil vaksinasi di bawah Undang-Undang yang baru.

Bagi yang berumur 6 hingga 16 tahun tidak bisa dilarang untuk masuk sekolah, tetapi orang tua mereka akan dikenakan denda jika mereka tidak melengkapi wajib imunisasi.

“Sekarang semua orang masih punya waktu untuk menyelesaikannya,” Mentri Kesehatan Giulia Grillo menyatakan kepada koran La Repubblica.

Grillo mengungkapkan jika dirinya ditekan dari sisi politik oleh Wakil Perdana Mentri Matteo Salvini untuk memperpanjang masa jatuh temponya.

Nona Grillo berkata bahwa peraturannya mudah: “Tidak Imunisasi, tidak sekolah”.

Media Italia melaporkan jika pemerintah provinsi berusaha menangani situasi ini dengan berbagai cara.

Di Bologna, pemerintah daerah telah mengirimkan surat penangguhan kepada 300 orang tua murid, dan total 5000 anak yang tidak memiliki sertifikat imunisasi mereka yang terbaru.

Pilihan Redaksi  Sebut Alquran Izinkan Musik, Penyanyi Sufi Bangladesh Didakwa

Di daerah yang lain tidak melaporkan kasus yang serupa, ketika beberapa daerah lain masih diberikan waktu tambahan melewati batasĀ deadline.

Apakah Undang-Undang yang baru ada manfaatnya?

Hukum yang baru di terapkan untuk meningkatkan persentase vaksinasi dari dibawah 80% hingga mencapai standar WHO (World Health Organisation) sebesar 95%.

Pada Senin, hari terakhir untuk para orang tua melengkapi dokumen imunisasi anak mereka. Hukum Lorenzin, yang di siapkan oleh pemerintah yang sebelumnya, melahirkan kerusuhan. Ketika koalisi yang baru naik tahta, mereka berkata bahwa akan memberhentikan hukum tersebut. Walaupun pada akhirnya mereka berbalik posisi mendukung imunisasi itu. Nona Grillo berkata “Hukum pada saat diterapkan pasti dikritik dalam berbagai hal,” dan berkata bahwa hukum akan di sesuaikan hanya beberapa jenis vaksinasi yang dibutuhkan saja yang masuk daftar wajib.

Kenapa para orang tua tidak memvaksinasi anak-anak mereka?

Gerakan anti-imunisasi yang sedang berkembang dalam skala global beberapa tahun terakhir ini, memicu kegusaran dari WHO.

Wakefield yang di depak dari UK Medical Register setelah membuat klaim palsu bahwa ada hubungan antara vaksinasi cacar air, campak, dan gondong dengan di turunkannya penyakit autis dan penyakit usus pada anak-anak. Dia membuat klaim berdasarkan hanya 12 anak-anak dan tidak ada studi lanjutan yang bisa membuktikan klaimnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed