oleh

5 Hal yang Perlu Diperhatikan pada Pasar Global dan Domestik Jumat 13 Desember

-Forex-6 views

bolabasket.net –  Berikut lima hal penting yang dapat menggerakkan pasar global dan domestik pada hari Jumat 13 Desember.

1. Kesepakatan Dagang AS-Cina Jadi Sorotan

Wall Street melonjak hari ini setelah laporan AS dan Cina menyetujui kesepakatan perdagangan tahap satu, tetapi laporan lanjutan Presiden Donald Trump memberikan persetujuan untuk kesepakatan muncul setelah penutupan perdagangan.

Hal itu bisa berarti pergerakan lanjutan bagi saham AS mungkin terjadi pada perdagangan selanjutnya lantaran rincian (dan spekulasi yang lebih banyak) mulai diketahui. Malahan, bursa Asia bergerak menguat pada awal perdagangan dengan Nikkei berjangka naik sebesar 1%.

Bursa saham Eropa juga bisa lebih aktif lagi karena Pemerintahan Trump tampaknya ingin menyelesaikan sebagian kesepakatan perdagangan yang telah dimulai.

Dolar juga akan bergerak aktif dipengaruhi perundingan perdagangan. Perjanjian tertulis dari kesepakatan itu belum selesai dikerjakan.

Cina bakal membeli lebih banyak produk pertanian asal AS dan akan ada perundingan mengenai pengurangan tarif setengahnya bagi produk Cina, Bloomberg melaporkan.

Subsidi Cina untuk bidang ekonomi akan ditunda di lain waktu, tetapi hak kekayaan intelektual akan menjadi bagian dari kesepakatan awal, terang laporan Bloomberg.

2. Pemilu Inggris Picu Sterling Melonjak

Exit poll (survei segera setelah pemilih usai mencoblos, red) dari jajak pendapat pada pemilihan umum Inggris memperlihatkan kemenangan besar bagi Partai Konservatif yang berkuasa dan ini membuka jalan bagi kesepakatan Brexit Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.

GBP/USD melonjak 2,1% tak lama setelah jajak pendapat keluar. EUR/GBP anjlok 1,75%.

Partai Konservatif diperkirakan memenangkan 368 kursi, Partai Buruh oposisi mengambil 191 kursi, Partai Nasional Skotlandia meraih 55 kursi dan Demokrat Liberal mengantongi 13 kursi.

Perolehan tersebut akan menjadi jumlah kursi tertinggi bagi Partai Tory (Partai Konservatif, red) sejak tahun 1987 dan menjadi jumlah kursi terendah Partai Buruh sejak 1935.

Pilihan Redaksi  Australia Minta Facebook serta Google Komitmen Untuk Mematuhi Aturan Kode Etik Baru

Ekspektasi atas lolosnya Brexit mendorong peningkatan volume perdagangan saham yang sensitif terhadap sentimen ini di bursa London dan Eropa.

3. Penjualan Ritel AS

Departemen Perdagangan AS akan mengumumkan angka penjualan ritel bulan November. Dan banyak yang tertarik untuk melihat apakah konsumen AS tetap ada dalam kondisi yang baik, dengan musim liburan yang penting bagi para peritel kini mulai jadi sorotan.

Para ekonom rata-rata memperkirakan penjualan ritel naik 0,5% bulan lalu dan penjualan ritel inti, yang tidak termasuk penjualan mobil, naik 0,4%.

Kelompok penjualan ritel – yang memiliki dampak lebih besar pada PDB AS – diperkirakan kembali naik sebesar 0,3%, sama seperti bulan sebelumnya.

4. Garuda Indonesia Punya Direksi Baru

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memperkenalkan pelaksana tugas direksi PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA (JK:GIAA)) yang akan mengelola perusahaan sampai pelaksanaan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 22 Januari 2020.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama Garuda Indonesia Fuad Rizal memperkenalkan jajaran direksi sementara di kantor Kementerian BUMN.

Nama-nama pelaksana tugas direksi antara lain:

Fuad Rizal sebagai Plt Direktur Utama

Pikri Ilham Kurniansyah sebagai Direktur Niaga

Tumpal Manumpak Hutapea sebagai Pejabat Direktur Operasi

Mukhtaris sebagai Direktur Teknik dan Layanan

Joseph Dajoe K. Tendean sebagai Pejabat Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha

Capt. Aryaperwira Adieksana sebagai Direktur Human Capital

5.BUMN Rilis Global Bond di 2020

Bank-bank milik pemerintah berencana menerbitkan instrumen obligasi dalam denominasi dolar AS atau global bond pada tahun 2020 sebagai opsi pendanaan non konvensional untuk ekspansi kredit di tengah tren penurunan suku bunga acuan global.

Setidaknya, ada dua bank BUMN yang memastikan penerbitan global bond dengan emisi cukup besar, keduanya adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (JK:BMRI) dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (JK:BBTN).

Pilihan Redaksi  Rupiah Masih Betah Diatas Level Rp 14.000/US$

Bank Mandiri (JK:BMRI) berencana merilis global bond senilai US$ 1,25 miliar atau setara Rp 17,5 triliun. Sedangkan, Bank BTN (JK:BBTN) akan merilis junior global bond senilai US$ 300 juta atau sekitar Rp 4,2 triliun.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed